Tingkatkan Layanan Digital, Brantas Abipraya Kantongi Dua Penghargaan Top Digital Awards 2020

23 Desember 2020


Jakarta, 23 Desember 2020 - PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menorehkan prestasi atas kinerjanya, kali ini dengan berhasil meraih dua penghargaan dari Top Digital Awards 2020. Dikenal sebagai perusahaan konstruksi milik negara, Brantas Abipraya membuktikan keunggulannya yang tidak hanya soal membangun infrastruktur namun juga mumpuni dalam pemanfaatan teknologi atau solusi digital di lingkungan kerja Brantas Abipraya. Pada perhelatan yang digelar di Hotel Raffles-Jakarta, Brantas Abipraya menerima Top Digital Implementation 2020 on Construction Sector dan Top Leader on Digital Implementation 2020 yang diterima langsung oleh Suradi, Direktur Keuangan dan SDM Brantas Abipraya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan juga apresiasi sebesar-besarnya. Pastinya mengantongi semua penghargaan ini adalah buah dari kerja keras para Insan Abipraya,” ujar Suradi.

Dalam kesempatan ini Suradi juga menambahkan bahwa, pandemi Covid (Corona Virus Disease)-19 tak lantas membuat Brantas Abipraya lesu dalam berkarya. Teknologi digital memainkan peran penting bagi perusahaan yang lahir dari proyek pengembangan Sungai Brantas di Jawa Timur ini. Dapat dilihat dalam salah satu misi Brantas Abipraya, yaitu menerapkan teknologi informasi yang terintegrasi.

Transformasi Teknologi Informasi (TI) pun saat ini dilakukan untuk mendukung inovasi berkelanjutan Brantas Abipraya. “Kami sangat serius pada pengembangan TI dalam menjalankan kegiatan bisnis. Selain telah mengembangkan dan memanfaatkan TI menjadi sejumlah aplikasi bisnis, keseriusan kami juga kami buktikan dengan komitmen manajemen yang mencantumkan anggaran TI dalam CAPEX” terang Suradi.

Perwujudan inovasi yang dijalankan Brantas Abipraya selain Portal Internal berupa situs internal Perusahaan yang telah lahir sejak tahun 2010, geliat perubahan dan perkembangan di dunia digital ini pun turut mendorong Brantas Abipraya untuk berkarya mengimplementasi Teknologi Building Information Modeling (BIM) di proyek-proyek yang sedang digarapnya.

Digitalisasi dalam pelaksanaan BIM tersebut juga menerapkan konsep lean construction yang aplikasinya difokuskan untuk menghilangkan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah atau dianggap sebagai pemborosan. Hal ini sekaligus memberikan efek positif pada ketepatan waktu penyelesaian, kualitas, dan biaya operasional yang dikeluarkan.  

Pada era pandemi ini, Brantas Abipraya telah mengembangkan dua aplikasi teranyarnya. Pertama adalah aplikasi Ayo Sehat yang digunakan untuk self-assesment Covid-19 sehingga Insan Abipraya dapat mendeteksi tingkat risiko tertular virus ini, sangat praktis diaplikasikan karena platform ini selain berbasis Web juga berbasis Mobile. Tak hanya itu, Brantas Abipraya juga mengembangkan platform video conference yang dinamakan Abipraya Video Conference atau yang biasa disebut oleh Insan Abipraya dengan sebutan Avicon. Aplikasi ini multi platform, dan dapat diakses lewat berbagai perangkat atau multi device.

Memperkuat posisinya sebagai yang BUMN konstruksi yang “melek” akan digital, Brantas Abipraya juga telah menerapkan Enterprise Resource Planning (ERP). Sistem ini memungkinkan untuk menghasilkan laporan akurat hanya dengan beberapa klik, sehingga dapat menghemat waktu, biaya, meningkatkan efisiensi dan semakin produktif. 

Sedangkan untuk fasilitas teknologi yang BUMN konstruksi ini miliki diantaranya adalah e-Disposisi untuk kebutuhan surat-menyurat, e-HC yang digunakan untuk segala keperluan terkait Human Capital, sedangkan untuk kelancarana pada sistem keuangan Brantas Abipraya membuat e-Accounting & Tax.

Suradi pun mengungkapkan Brantas Abipraya juga masih memiliki aplikasi bisnis internal lainnya yaitu, Abipraya Mobile untuk menjangkau insan Abipraya dimana pun dan kapan pun. Melalui aplikasi ini pun Brantas Abipraya memberikan kemudahan kepada Insan Abipraya untuk mendapatkan informasi dan berkolaborasi.

Semakin mudah bekerja, tentunya saat pandemi seperti ini karena Brantas Abipraya juga memberikan kemudahan berbagi file dengan adanya Abipraya Drive. Sedangkan untuk keperluan audit oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) dapat dibantu melalui e-Audit. Lainnya, Brantas Abipraya juga memiliki e-Risk untuk Manajemen Risiko, e-QHSE untuk aplikasi pelaporan dan AEMS untuk Manajemen Alat Berat.

Kemudahan dalam bekerja pun dirasakan tak hanya untuk internal Brantas Abipraya saja. Para Mitra Kerja dan calon pekerja, disuguhkan e-Procurement untuk sistem pengadaan dan e-Recruitmen untuk sistem perekrutan karyawan berbasis web.

“Kami akan terus bertransformasi, karena kami akui transformasi digital ini sangatlah penting untuk keberlanjutan bisnis Brantas Abipraya ke depannya. Ini pun sebagai bukti komitmen kami untuk selalu menerapkan budaya BUMN, adaptif dengan selalu berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan,” tutup Suradi.