Ini Cara Abipraya Peringati Hari Bakti PU Ke-73

02 Desember 2018


Bandung, 2 Desember 2018 - Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pusatkan kegiatannya di Gedung Sate, Bandung. Sederet kegiatan digelar oleh PUPR seperti Pameran Pembangunan Nasional 2018 yang digelar dari tanggal 2-4 Desember 2018, upacara dan ziarah ke tujuh makam Sapta Taruna yang turut diikuti oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

“Di pameran kali ini kami menampilkan karya-karya konstruksi andal yang mendukung program Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ini adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk selalu membangun negeri di bidang infrastruktur,” ujar Bambang E. Marsono selaku Direktur Utama Brantas Abipraya.

Selain pameran, tahun ini pula para pejabat Kementerian PUPR serta BUMN Konstruksi melakukan upacara peringatan Hari Bakti PU di pelataran Gedung Sate Bandung. Tak hanya Bambang, Khalawi Abdul Hamid selaku Komisaris Brantas Abipraya yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR dan Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya turut mengikuti upacara ini.

Setelah upacara, agenda dilanjutkan dengan berziarah ke ke tujuh makam Sapta Taruna. Ini pula yang menjadi alasan mengapa Hari Bakti PU kali ini diadakan di Gedung Sate. Acara yang bertajuk “Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan Bangsa,”Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR mengingatkan bahwa tepat 73 tahun yang lalu, sebanyak 21 orang pegawai yang ditugaskan menjaga Gedung Sate.

Peristiwa heroisme tersebut mengakibatkan sebanyak tujuh orang pegawai PU gugur, yakni Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu dan Soerjono yang kini dikenal sebagai Pahlawan Sapta Taruna.

“Kekompakan dan semangat juang yang luar biasa dari Pahlawan Sapta Taruna tersebut selalu menjadi inspirasi setiap insan PUPR dalam menjalankan tugas, khususnya pada saat ini dimana pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas dalam rangka mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain,” tambah Basuki.