Hadapi Era VUCA, Brantas Abipraya Perkuat Manajmen Risiko

22 September 2022


Jakarta, 22 September 2022 -  Munculnya banyak pesaing baru dengan daya saing yang tinggi di industri konstruksi membuat bertambahnya tantangan yang cukup kompleks. Teknologi yang semakin canggih kini menjadi bagian dari basis penguatan daya saing dalam berbagai bisnis.  Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi tak hanya membawa dampak positif, namun juga ada potensi resiko didalamnya. PT Brantas Abipraya (Persero) yang merupakan salah satu BUMN konstruksi menyadari bahwa pentingnya penguatan penerapan manajemen risiko untuk menghadapi era VUCA yang merupakan akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (gejolak, ketidakpastian, kompleks, dan ambigu) ini.

 

Sebagai upaya memperkuat prinsip manajemen risiko di Perusahaan, Brantas Abipraya menggelar Executive Briefing: Menciptakan Budaya Risiko untuk Mendukung dan Mencapai Tujuan Perusahaan (21/9). Diakan secara virtual zoom, acara ini dibuka oleh Herman Dwi Haryanto selaku Senior Manager Pengembangan Bisnis Brantas Abipraya; keynote speech oleh Suradi, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko Brantas Abipraya dengan narasumber Khalawi Abdul Hamid yang merupakan Komisaris Brantas Abipraya.

 

“Prinsip manajemen risiko sudah Brantas Abipraya terapkan dalam menjalankan proses bisnis. Penerapan ini dilakukan berlandaskan ISO 31000:2018 yang telah dikantongi tahun 2021 dan didukung dengan Governance, Risk and Compliance (GRC) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan perilaku berdasarkan etika Perusahaan,” ujar Suradi.

 

Sejalan dengan apa yang telah disampaikan Suradi, Khalawi dalam penyampaian paparannya juga mengatakan bahwa adanya penerapan manajemen risiko yang baik nantinya dapat memastikan risiko-risiko yang ada di Perusahaan dapat diidentifikasi serta telah dibuatkan rencana tindakan untuk meminimalisasi dampat dan kemungkinan terjadinya risiko tersebut. Selain itu, implementasi manajemen risiko juga dapat memastikan bahwa jika rencana tindakan dilaksanakan secara efektif dan dapat memberikan rekomendasi kepada Top Manajemen mengenai risiko yang mungkin terjadi serta usulan penanganannya.

 

Dikatakan Khalawi lagi, implementasi manajemen risiko bagi Perusahaan memilik banyak manfaat, diantaranya dapat mencegah Perusahaan dari kegagalan dan dapat menunjang peningkatan laba secara langsung ataupun tidak langsung; mampu memberikan informasi dan perspektif kepada manajemen tentang semua profil risiko, perubahan  mendasar mengenai produk dan pasar, lingkungan bisnis dan perubahan yang diperlukan; mampu membuat cadangan yang memadai untuk mengantisipasi risiko yang sudah diukur dan dihitung sehingga mampu menghindari potensi kerugian yang relatif lebih besar; serta mampu menghitung dan mengukur besarnya risk exposure serta mampu menetapkan alokasi sumber-sumber dana sekaligus limit risiko yang lebih tepat.

 

“Proses pendewasaan terhadap budaya risiko ini perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan Brantas Abipraya. Brantas Abipraya akan terus melakukan sosialisasi dan internalisasi manajemen risiko kepada seluruh jajaran Insan Abipraya agar tercipta kesetaraan pemanahaman mengenai pentingnya implementasi manajemen risiko dan mempertimbangkan risiko dalam setiap pengambilan keputusan,” tutup Khalawi.